Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

15 September 2008

Berjalanlah lebih lambat

Saudaraku, izinkan saya menceritakan sebuah kisah:

Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap.

Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise. Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu.

Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.

“Buk….!”

Aah…, ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

“Cittt….” ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.

“Apa yang telah kau lakukan!? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!” Lihat goresan itu”, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.

“Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos dibengkel untuk memperbaikinya.
“Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf.

“Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.”

Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.

“Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti….”

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi.

“Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan..” Kini, ia mulai terisak.

Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.

“Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya.”

Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam.

Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan.

Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya.

Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.

Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja.

“Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak.”

Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Ditelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja di lewatinya.

Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya.

Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat:

“Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.”

Saudaraku, seperti kendaraan, hidup akan terus melaju dari waktu ke waktu. Detik-detik berlalu menyeret kita ke akhir hidup ini.

Dan kita adalah pengusaha muda tadi. Kita fokus dengan apa yang kita kejar. Kita nikmati hasil usaha kita sendiri. Kita bahagia sendirian. Kita pacu kendaraan kita dengan cepat. Kita injak pedal hidup kita dengan mantap untuk meraih tujuan di depan kita secepatnya. Hingga tak jarang kita lupa sekeliling kita.

Saat kita melaju ada banyak hal yang terjadi di kanan kiri kita. Banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran. Banyak hal yang sebenarnya adalah peringatan buat kita. Namun, kita melaju terlalu cepat. Kita terlalu fokus terhadap keinginan kita. Hingga kita lupa segalanya.

Saudaraku, Allah tak pernah berhenti berbicara kepada kita. Dia berbicara lewat lidah orang-orang sekeliling kita. Ia berbicara lewat kejadian-kejadian di alam semesta. Bahkan, ia berbicara langsung kepada nurani kita. Namun, seringkali kita terlalu sibuk dengan diri kita dan tak punya waktu untuk sejenak mendengar ujaran-Nya. Maka dengarkanlah firman-Nya ini:

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar,

dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang berkata “Kami mendengarkan”, tapi sebenarnya mereka tidak (mau) mendengar.

Sesungguhnya seburuk-buruknya mahluk di sisi Allah ialah; orang-orang yang bisu dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.

kalau Sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. dan Jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu).

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (Q.S. Al-Anfal 20-24)

Sudahkah kita berusaha memfungsikan pendengaran kita dengan sebaik-baiknya? Sudahkah kita mendengar firman-firman Allah dalam al-Quran? Atau suara-suara panggilan yang hendak meminta bantuan kita? Atau ajakan-ajakan agar kita lebih peduli kepada sekeliling kita? Ataukah kita akan tetap melaju cepat sampai seseorang melemparkan batunya ke arah kita? Atau sampai Allah sendiri yang melemparkan batu-Nya?

Sudah selaraskah hidup kita dengan hidup orang-orang di sekeliling kita? Mungkin, kita telah menjadi orang yang terbaik bagi diri kita sendiri. Namun, sudahkah kita menjadi orang yang terbaik bagi orang-orang di sekeliling kita? Bagi orang-orang di sekitar kita.

Saudaraku, sudah terlalu banyak orang-orang egois di negeri kita. Sudah terlalu banyak orang-orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Sudah terlalu banyak orang yang memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri. Maka, janganlah kita menambah jumlah mereka.

“Strongman stand for his life, but the stronger stand for others.”

Saudaraku, orang kuat adalah orang yang mampu berdiri sendiri dan menanggung beban hidupnya sendiri. Ia adalah orang yang tak menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Namun, ada yang lebih kuat dari orang kuat. Mereka adalah orang-orang yang mampu menanggung beban hidup orang lain.

Saudaraku, berjalanlah lebih lambat…! Siapa tahu ada orang yang membutuhkan pertolongan kita. Siapa tahu ada orang yang hendak memberikan kebaikan kepada kita. Siapa tahu kita menemukan sesuatu yang berharga untuk kita bawa ke hadapan Allah swt.


http://www.motivasi-islami.com/cerita-inspiratif/berjalanlah-lebih-lambat/

14 Agustus 2008

Makna Kemerdekaan

Makna Kemerdekaan


Agustusan…. itu istilah lazim yang sering digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia setiap memasuki bulan Agustus disetiap tahunya.

Kenapa??? karena dibulan itu bangsa Indonesia merayakan peringatan HUT kemerdekaan RI (17 Agustus), oleh karena itu sering disebut dengan Agustusan.

menurutku makna yg terkandung dalam kata agustusan terlalu ringan dibandingkan dgn saat2 dulu para pahlawan berjuang mati2an membela dan mempertahankan negeri ini dari tirani penjajahan.

Agustusan ya brarti bulan Agustus…bukan HUT Kemerdekaan….
HUT Kemerdekaan RI adalah setiap tanggal 17 Agustus.

Menurutku makna kemerdekaan itu……….

Kemerdekaan RI bukanlah suatu hadiah….
Kemerdekaan RI bukanlah suatu hajatan….
Kemerdekaan RI bukanlah milik beberapa org / golongan / kelompok saja….
tetapi….
Kemerdekaan RI adalah suatu rahmat Allah SWT….
Kemerdekaan RI adalah buah hasil perjuangan hidup mati anak-anak bangsa…
Kemerdekaan RI adalah milik seluruh rakyat Indonesia…Presiden, menteri, pejabat, direktur, manager, wiraswasta, ibu rumah tangga, tukang becak, tukang parkir, pengamen, dan lain-lain bahkan juga milik bayi yg msh dalam kandungan ibunya….

tidaklah pantas kita menggembor-gemborkan Kemerdekaan RI dgn berfoya-foya….
tidaklah pantas kita merayakan Kemerdekaan RI dgn berpesta pora….

TIDAKLAH PANTAS KITA MERAYAKAN KEMERDEKAAN RI JIKA DISEKITAR KITA MSH BANYAK YG BERJUANG MELAWAN KERASNYA HIDUP DEMI SESUAP NASI…DEMI MENGHIDUPI ANAK ISTRINYA…SEDANGKAN DISISI LAIN KORUPSI SEMAKIN TUMBUH DAN BERKEMBANG…

TIDAKLAH PANTAS KITA MERAYAKAN KEMERDEKAAN RI JIKA MSH ADA TANGIS ANAK-ANAK YG MENAHAN LAPAR….PENGANGGURAN DIMANA-MANA…GELANDANGAN BERKELIARAN….PERAMPOKAN, PENCURIAN, PENCOPETAN, PEMBUNUHAN, PEMERKOSAAN MERAJALELA…

TIDAKLAH PANTAS KITA MERAYAKAN KEMERDEKAAN RI DIMANA MSH ADA BURUH KERJA TIDAK DIBAYAR….KERUSUHAN, PERKELAHIAN, BAKU HANTAM, ANARKHISME SEMAKIN MEMBUDAYA….

apakah ini buah dari Proklamasi Kemerdekaan ???
apakah ini tujuan Kemerdekaan Republik Indonesia ???
apakah ini cita-cita para pejuang bangsa yg telah tiada ???

BUKAN…..
BUKAN INI BUAH DARI PROKLAMASI…
BUKAN INI TUJUAN KEMERDEKAAN RI…
BUKAN INI CITA-CITA PEJUANG BANGSA…

LALU…APA ARTINYA PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI…???
APA MAKNA KEMERDEKAAN NEGERI INI…???

semuanya tidak ada artinya….
semuanya tidak ada maknanya….jika hal-hal diatas masih dan masih saja terjadi…
jika hal-hal diatas msh merudung negeri jamrud khatulistiwa ini…

mari kita smua merenung sedalam-dalamnya….
apakah kita sudah pantas disebut sebagai anak bangsa yg cinta pada negerinya sendiri….
apakah kita sudah pantas disebut sebagai generasi muda penerus pembangunan…
apakah kita sudah pantas disebut sebagai warga negara yg rela berkorban untuk tanah airnya…
lalu…
APAKAH KITA SUDAH PANTAS MERAYAKAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA…
APAKAH KITA SUDAH PANTAS MEMAKNAI KEMERDEKAAN INI….

renungkanlah…..
pikirkanlah….
rencanakanlah….
lakukanlah…
smuanya hanya untuk negeri kita tercinta…INDONESIA….

SELAMAT HUT KEMERDEKAAN KE-63 REPUBLIK INDONESIA….
SMOGA BANGSA INI DAPAT SEGERA BANGKIT DARI KETERPURUKAN….

http://meylya.wordpress.com/2008/08/07/makna-kemerdekaan/

14 Juli 2008

CERITA DARI GUNUNG

CERITA DARI GUNUNG

Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. "Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, "Aduhh!". Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!" Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan."

Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu.Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup
akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.

15 Juni 2008

Change OR Die

Ada sebuah cerita mengenai seorang raja kaya yang pada suatu hari berjalan mengelilingi negeri yang dicintainya. Pada jaman itu belum ditemukan alas kali, sehingga sang raja melewati daerah-daerah yang kadang kala berbatuan sehingga tapak kakinya sakit. Setelah pulang kembali ke istana, sang raja memerintahkan kepada menterinya agar menguliti setiap sapi di wilayah kekuasaannya untuk menutupi seluruh jalan di negeri itu agar kakinya tak lagi sakit jika berkeliling. Sang menteri berpikir sejenak, dan mengatakan kepada raja,” Baginda biarpun kita menguliti seluruh sapi di negeri ini tak akan menutupi seluruh jalan yang ada di negeri ini. Saya mengusulkan untuk membuat sepatu untuk baginda dari kulit sapi, agar kemanapun baginda pergi kakinya akan selalu terlindung.” Seringkali cara yang termudah dan termurah dan efektif dalam menghadapi perubahan adalah memulainya dari diri kita sendiri. Seringkali kita ingin orang lain, keadaan bahkan dunia ini untuk berubah terlebih dahulu, namun perubahan itu akan lebih mudah dan realistis terjadi jika kita mulai dari diri kita terlebih dahulu.
Cerita lain mengenai sebuah kapal perang raksasa yang melintasi laut yang tertutup dengan kabut tebal, sang kapten yang gagah perkasa menyerahkan arah kapal tersebut kepada supervisor kapal yang mengamati keadaan laut di depan kapal dari menara pantau tertinggi di kapal tersebut. Suatu ketika sang supervisor berteriak, “Kapten ada kapal di depan kita.” Kapten menjawab, “Beritahukan kapal itu agar membanting 20 derajat ke arah kiri.” Sang supervisor memberikan kode dengan isyarat lampu kepada kapal tersebut, kemudian dibalas dengan perintah agar kapal perang tersebut yang membanting 20 derajat ke arah kiri. Sang kapten sangat marah dan emosi dan memberikan perintah kepada supervisor kapal agar membalas pesan seperti berikut, “Dengar ini adalah perintah dari kapten kapal perang!.” Kemudian datang balasan yang mengatakan, “Ini adalah perintah dari supervisor tingkat II.” Merasa dipermalukan, sang kapten memberikan perintah, “Kami adalah kapal perang.” kemudian balasan datang yang mengisyaratkan, “Kami adalah mercu suar!”
Ada kalanya kita harus mengambil tindakan untuk berubah. Jika Anda bertemu “mercu suar” dalam hidup Anda, bersiaplah untuk berubah atau Anda akan hancur. Perubahan adalah hal yang tidak meng-enakkan dan tidak jarang membuat kita ragu, takut bahkan menunda pengambilan tindakan. Mengapa? Karena perubhan menimbulkan resiko baru yang mungkin lebih beresiko dibandingkan jika kita tidak berubah sama sekali. Namun ada kalnya kita harus mengambil suatu keputusan untuk berubah, jika setelah berkali-kali kita “terantuk” oleh permasalahn yang sama. Dunia ini bagaikan tempat “belajar” untuk setiap insan manusia. Jika kita terus melakukan kesalahan yang sama dan menolak untuk berubah, kita tidak dapat maju ke “tingkat yang lebih tinggi.”
Ingatlah setiap perubahan akan membawa kita kepada dua pilihan, gagal atau berhasil, pastikan Anda berfokus terhadap keberhasilan itu. Hidup ini bagaikan roda dunia yang akan terus berputar. Roda itu terus berputar karena dengan berputar ke depan, roda itu baru dapat maju. George Bernard Shaw mengatakan kemajuan adalah hal yang mustahil terjadi tanpa adanya perubahan, dan mereka yang tidak mampu mengubah cara pikirnya tidak akan merubah apapun. Charles F. Kettering pun mengatakan hal yang tidak kalah dahsyatnya bahwa dunia ini membenci akan perubahan namun perubahan itulah satu-satunya yang mendatangkan kemajuan. Roda kehidupan akan terus berputar, kadang di atas kadang di bawah, banyak orang yang menahan akan adanya perubahan dan selalu ingin terus berada di atas roda yang berputar. Mereka terus berusaha untuk tetap berada pada posisi atas sehingga ketika perubahan terjadi dan mereka berada di posisi bawah roda, mereka tidak bersiap sehingga tidak mampu bangkit dari kegagalan.
Kesuksesan seseorang terjadi ketika ia mampu dan siap menghadapi perubahan. Camkanlah apa yang dikatakan Carol Burnett bahwa hanya kitalah satu-satunya yang dapat mengubah hidup kita. Tidak ada orang lain yang dapat melakukannya untuk kita. Menahan arus perubahan dimana dibutuhkan dapat menghancurkan kehidupan Anda. Walaupun perubahan membawa perasaan tidak menentu, tidak berubah juga mendatangkan resiko yang tidak kalah bahayanya. Jika Anda tidak merasa yakin dengan arah yang Anda ambil saat ini, sudah saatnya Anda menempuh arah yang lain. Makin cepat Anda mengambil keputusan untuk berubah makin baik. Adalah hal yang penting untuk diketahui, jika Anda terus melakukan hal yang sama, Anda akan mendapatkan hasil yang sama. Jika Anda menginginkan hasil yang berbeda, Anda harus menyambut perubahan dengan sikap yang positif. Live your life with passion!

sumber: http://1stthink1st.wordpress.com

18 Mei 2008

Kiat Menghadapi Kenaikan BBM

Oleh Rahmat | Mei 14, 2008 at 3:57 pm

Seperti sudah kita ketahui semuanya, bahwa pemerintah mengambil keputusan untuk menaikan harga BBM. Terlepas apakah Anda setuju atau tidak, kita tidak bisa lepas dari dampak kenaikan BBM ini. Pada kesempatan ini saya ingin membagikan suatu kiat bagaimana menghadapi kenaikan berbagai harga. Kiat ini sebenarnya datang dari alm. ayah saya. Saya teringat ini saat menonton berita dan saya langsung bersemangat ingin membagikan kiat ini kepada sebanyak mungkin orang. Saking semangatnya saya menunda waktu tidur saya demi menulis posting ini. BTW saat saya menulis artikel ini jam menunjukan 22:22 (angka yang pas).

Siapa ayah saya? Apakah beliau seorang “Rich Dad”, bukan, ayah saya hanyalah orang biasa tetapi menjadi inspirasi saya. Sewaktu hidup beliau selalu memberikan kebijakan-kebijakan untuk menghadapi hidup ini. Saya banyak mengambil pelajaran dari beliau, terutama keyakinannya dan sikap pantang menyerah.

OK, langsung saja. Kenaikan harga bukan hanya terjadi saat ini saja. Saat saya masih kecil, kenaikan harga sudah sering terjadi. Apa yang dikatakan ayah saya saat terjadi kenaikan harga? Ayah tidak mengeluh, tidak mengumpat pemerintah, atau marah-marah. Ayah hanya mengatakan satu kalimat ajaib yang membuat kami sekeluarga menjadi tenang.

“Nggak apa-apa harga naik, yang penting kita mampu membelinya. Buat apa murah jika kita tidak bisa membelinya?”

Apa istimewanya kalimat ini? Yang jelas tidak terbantahkan! Yang lebih penting ialah kita sanggup membeli kebutuhan kita, tidak peduli berapa pun harganya. Kalimat ini keluar karena berasal dari keyakinan bahwa Allah sudah mengatur dan menentukan rezeki makhluq-Nya. Rezeki Allah tidak akan terhalang meski seberapa mahalnya harga kebutuhan pokok.

Saya kira, saya tidak perlu membeberkan bukti-bukti mengenai hal ini. Anda sudah paham semua ini, apalagi memang sudah difirmankan Allah dalam Al Quran. Jika kita orang beriman kita akan tetap yakin bahwa Allah akan membantu kita dan akan menolong kita. Harga mahal dan komoditas yang langka bukan halangan bagi Allah jika akan memberi rezeki kepada kita. Selalulah berpikir positif.

Mungkin ada yang mengatakan, bagaimana bisa berpikir positif jika kita khawatir keluarga tidak bisa makan? Betul, Anda tidak akan bisa berpikir positif sambil khawatir, sebab khawatir itu adalah pikiran negatif. Agar kita mampu membangkitkan pikiran positif maka kita harus membina keyakinan positif dalam diri kita.

Seperti dijelaskan dalam ebook saya Beautiful Mind, ada tiga dimensi keyakinan yang harus kita pegang dengan kuat.

  1. Keyakinan bahwa Allah akan membantu dan menolong kita.
  2. Keyakinan bahwa kita sudah memiliki potensi untuk menghadapi berbagai beban hidup
  3. Keyakinan akan tujuan yang kita capai.

Silahkan baca ebook tersebut untuk lebih lengkapnya.

Sekali lagi, mungkin ada yang mengatakan. Percuma kita yakin dan optimis jika pada kenyataan kita mengalami kesulitan.

Betul, namun akan lebih buruk jika kita sedang dilanda kesulitan diringi rasa pesimis tanpa harapan. Jika kita masih optimis dan berpikiran positif, kita akan masih memiliki kekuatan untuk bertindak atau berusaha mengatasi berbagai masalah yang ada dihadapan kita.

Yang kedua, bagi Anda yang yakin dengan hukum tarik menarik, jika emosi kita negatif (berasal dari khawatir, pesimis, marah, dsb) maka kita menyumbat kemampuan kita menarik apa yang kita inginkan. Sementara hukum tarik menarik akan lebih kuat jika kita memiliki emosi positif, yaitu emosi yang berasal dari optimis. Bagi Anda yang sudah memiliki ebook tersebut, bacalah kembali dan aplikasikan agar Anda memiliki keyakinan positif dan tetap optimis sehingga bisa menghadapi semua kesulitan dihadapan Anda.

Bagi yang belum punya silahkan klik disini untuk mendapatkan Paket eBook Spesial Motivasi Islami. Justru ebook ini terasa jauh lebih penting saat berbagai masalah baru muncul dihadapan kita.

OK, yakinlah dan tetaplah optimis meski semua kebutuhan kita naik harganya. Insya Allah selalu ada jalan keluar bagi mereka yang bertaqwa dan bertawakal kepada Allah. Sekarang saya mau tidur dulu. Ngantuk nich…

17 Mei 2008

Sukses Merupakan Pilihan

By Roike Tambengi | Jul 10, 2007


“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”. (Q.S. An Najm : 39).

Apakah yang dimaksud dengan sukses? Setiap orang memiliki paradigma yang berbeda mengenai kesuksesan. Memang tidak ada standar yang baku dalam kesuksesan, namun secara sederhana, sukses bisa dikatakan sebagai sebuah keberhasilan akan tercapainya sesuatu yang telah ditargetkan. Allah menciptakan manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Sebagai manusia, kita berbeda dengan tumbuhan, hewan, jin, atau malaikat, kita diberi kebebasan memilih, sukses atau gagal.

Tentunya pilihan kita adalah sukses. Kita tidak diciptakan untuk gagal. Jika kita gagal, itu pasti bukan kehendak Allah, melainkan kita tidak serius memompa potensi yang dikaruniakan-Nya, yaitu diberikan akal untuk memilih kebaikan atau keburukan.

Sesungguhnya kesuksesan dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat hanyalah terletak dalam ‘amal agama. Sebanyak mana seseorang meng’amalkan agama dalam melakukan pencapaian-pencapaian targetnya, maka sebesar itulah kesuksesannya. Sejatinya sukses yaitu mana kala seseorang meninggal dalam keadaan baik, mampu mengucapkan kalimat tertinggi “Laa Ilaha Illalah”. Kesuksesan yang hakiki adalah pada saat seseorang dapat berjumpa dengan Allah swt. di Surga.

Sukses merupakan pilihan, dalam Al Qur’an disebutkan ada sebagian orang yang menginginkan kesuksesan hanya di dunia saja, sehingga tidak mendapatkan kesuksesan di akhirat. Sebagian lain menginginkan kesuksesan tidak hanya di dunia namun juga kesuksesan di akhirat serta menginginkan keselamatan dari siksa neraka. (Q.S. Al Baqarah : 200 – 201)

Pada dasarnya sukses adalah milik semua orang. Tetapi persoalan yang sering terjadi adalah, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan kesuksesan itu.

Siapakah yang dapat membuat kita menjadi sukses? Tidak ada yang dapat menjadikan kita sukses melainkan diri kita sendiri dengan ketentuan dari Allah swt.

Allah swt. berfirman,”Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu ni’mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri”. (Q.S. Al Anfal : 53). Dalam ayat lain Allah swt. berfirman, ”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki suatu keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia”. (Q.S. Ar Ra’d: 11)

Anda adalah diri Anda, sekarang dan dimana pun, karena Anda sendiri. Siapa pun Anda saat ini, atau siapa pun Anda di masa yang akan datang, tergantung kepada diri Anda sendiri. Hidup Anda saat ini merupakan hasil akumulasi dari pilihan, keputusan dan tindakan Anda untuk sampai pada titik ini.

Anda dapat menciptakan masa depan Anda sendiri dengan mengubah perilaku Anda. Anda dapat membuat pillihan baru yang lebih konsisten dengan sosok yang Anda inginkan dan segala sesuatu yang ingin Anda selesaikan dalam hidup Anda.

http://www.motivasi-islami.com/sukses-merupakan-pilihan/

16 Mei 2008

Kapan Uang Bernilai

By Rahmat | Apr 15, 2008


Saya yakin, sebagai umat Islam bahwa Anda sudah memahami konsep hidup dengan harta. Bahwa kita tidak boleh hanya mengumpulkan harta seolah-oleh harta akan menyelamatkan kita atau membuat kita kekal. Orang seperti ini pekerjaanya hanya menumpuk harta, seolah hidup dunia akhirat bisa diselamatkan oleh harta. Dalam kondisi ini, uang sama sekali tidaklah bernilai. Lalu kondisi seperti apa yang membuat uang menjadi bernilai?

Yang pertama, uang akan bernilai jika uang menjadi pelayan kita. Artinya keberadaan uang bisa membantu kita untuk mendapatkan keinginan kita dunia akhirat. Uang akan bernilai saat Anda gunakan untuk menunaikan ibadah haji. uang akan bernilai saat Anda menginfaqkan uang tersebut. Uang akan bernilai saat Anda gunakan untuk memberi nafkah anak istri (bagi seorang suami). Uang juga akan bernilai saat Anda gunakan untuk berjuang dijalan Allah.

Yang kedua, uang akan bernilai jika uang tersebut bersirkulasi. Uang Anda hanya akan bernilai jika digunakan. Jika Anda hanya menunpuk uang, maka uang Anda tidak jauh berbeda dengan koran bekas Anda. Jadikan uang Anda berguna untuk Anda sendiri. Jika Anda memberikan kepada orang lain, maka yang mendapat manfaat dari uang tersebut ganda, yaitu Anda dan orang yang menerimanya. Yang perlu diingat ialah, bersirkulasi bukan berarti Anda harus boros dengan uang, tetapi Anda harus menjadikan uang yang Anda miliki menjadi bermanfaat.

Inilah pola pikir orang kaya yang sesungguhnya. Uang bukanlah tujuan hidupnya, tetapi sebagai alat untuk meraih tujuan hidupnya. Jadi sebenarnya, saat ini Anda bukanlah sedang mencari uang, tetapi sedang mencari manfaat dibalik uang tersebut. Jika keyakinan ini sudah kita miliki, kita juga akan menjadi tenang, sebab bisa saja Allah langsung memberikan manfaat kepada kita tidak melalui uang. Tujuang kita sebagai umat Islam ialah untuk meraih ridla Allah, baik melalui uang atau tidak.

http://www.motivasi-islami.com/kapan-uang-bernilai/

14 Mei 2008

Menghubungi Seseorang

By Rahmat | Sep 5, 2007


Pernahkan Anda menemukan suatu masalah yang sepertinya begitu pelik untuk dihadapi? Saya sendiri pernah, sudah berbagai cara dicoba namun belum juga ada titik terang untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun saya memiliki keyakinan bahwa selalu ada jalan keluar, keyakinan inilah yang membuat saya terus mencari solusi. Sampai suatu saat saya menghubungi paman-paman saya, mungkin Allah telah menitipkan solusi melalui paman-paman saya, serempak paman-paman saya menyarankan hal yang sama untuk menyelesaikan masalah saya.

Saya menjadi semakin yakin bahwa selalu ada jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi. Jika kita masih buntu mungkin masih ada ide yang belum kita coba. Mungkin juga masih ada orang yang belum kita hubungi untuk kita mintai nasihat. Jadi jangan cepat menyerah dengan berbagai maslah hidup yang ada di depan kita. Mungkin saat ini kita hanya belum menemukan solusinya. Carilah terus, hubungi seseorang terus.

Ini juga adalah hikmah dari silaturahim. Solusi adalah sebagian dari rezeki Allah, maka benarlah jika silaturahim akan memperluas rezeki. Jadi jangan pernah memutuskan silaturahim karena selain merupakan ibadah juga memberikan hikmah dan manfaat yang sangat banyak untuk diri kita. Sungguh bodoh jika seseorang suka memutuskan silaturahim karena masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan baik.

Kesimpulannya, saat kita sedang ditimpa masalah, selalulah berusaha untuk mengoptimalkan pikiran kita mencari solusi dan manfaatkanlah orang-orang sekitar kita untuk membantu kita. Selain itu kita pun harus siap membantu mereka saat membutuhkan kita. Inilah indahnya persaudaraan dalam Islam.

12 Mei 2008

Bayaran dari Stress

By Rahmat | Oct 1, 2007


Anthony Robbins dalam salah satu bukunya mengatakan bahwa salah satu cara kita agar berhasil dalam keuangan ialah bersedia dan bisa menghadapi stress. Dari pengamatan dan pengalaman saya, ternyata apa yang dikatakan oleh Robbins tidak salah. Kita ketahui bahwa setiap kenaikan jenjang karir ternyata seiring dengan naiknya tingkat stress yang kita alami. Yang menjadi pertanyaan ialah bagaimana cara menghadapi stress tersebut?

Stress yang saya alami saat menjadi seorang engineer ternyata lebih ringan dibanding saat saya menjadi manager. Saat menjadi engineer saya hanya stress saat menghadapi tugas atau pekerjaan yang sulit sementara sudah mendekati batas waktu. Tetapi saat menjadi manager, bukan hanya mempertanggung jawabkan pekerjaan sendiri tetapi juga harus mempertanggung jawabkan pekerjaan bawahan serta apa yang terjadi pada bawahan.

Begitu juga, dalam bisnis. Semakin besar bisnis Anda akan semakin besar stress Anda. Mungkin jika kita bisnis dengan modal kecil, stress kita tidak akan terlalu besar, tetapi penghasilannya pun tidak besar. Sebaliknya jika kita sudah mengeluarkan modal (apa lagi modal dari orang lain) dalam jumlah besar, maka stress yang kita alami akan lebih besar lagi. Ini adalah pengalaman nyata. Dari kenyataan ini, bisa kita simpulkan bahwa suatu keberhasilan seringkali adalah bayaran dari stress yang kita alami. Jika Anda ingin berhasil maka bersiaplah untuk stress.

Stress memang hanya muncul saat ada masalah, saat tidak ada masalah kita mungkin akan tenang-tenang saja. Begitu ada masalah yang mengancam bisnis kita atau kita mengalami kerugian besar atau terkena musibah maka stress akan mulai muncul. Stress akan bertambah saat investor mulai mempertanyakan uang yang mereka tanamkan kepada kita.

Inilah dinamika hidup. Mungkin ini adalah salah satu alasan mengapa ada orang yang tidak memiliki cita-cita atau meraih pancapaian yang lebih tinggi. Mereka mungkin tidak mau menghadapi stress dan menghabiskan energi. Namun seperti quantum, selalu memerlukan energi untuk pindah ke orbit yang lebih tinggi. Jika tidak, kita akan tetap seperti kita sekarang ini.

Jika stress adalah bagian dari hidup kita, maka yang harus kita lakukan ialah bukanlah menghindari dari stress, tetapi bagaimana kita bisa menghadapi stress. Stress muncul jika ada masalah, maka masalah bukan untuk dihindari tetapi untuk kita hadapi sehingga jika masalah bisa kita atasi maka stress kita bisa hilang. Namun jika stress sudah mendahului menguasai diri kita maka bukannya kita akan menyelesaikan masalah, malah akan memperburuk masalah.

Oleh karena kita, kita perlu memiliki suatu ketangguhan dalam menghadapi stress. Jangan sampai stress bisa menguasai diri kita dan bahkan menghancurkan diri kita. Ketangguhan itu hanya bisa muncul jika keimanan kita kuat. Setiap masalah dan konsekuensinya adalah dari Allah dan kita serahkan semuanya kepada Allah sambil kita tetap berusaha. Kita akan memiliki ketangguhan jika kita memegang prinsip:

Bagi kami cukup Allah saja pelindung yang baik, bagi kami berserah diri yang baik, dan penolong yang baik bagi kami.

Saya telah menulis artikel lain tentang bagaimana mengurangi bahkan menghilangkan stress. Ways to Reduce Stres

05 Mei 2008

Koleksi Kalender

Oleh : Andrie Wongso

Dikisahkan, ada seorang pemuda berusia menjelang 30 tahun. Namun sayangnya, ia hanya memiliki kemampuan berpikir layaknya anak berumur di bawah 10 tahun. Ibunya dengan penuh kasih memelihara dan mendidik si anak agar kelak bisa hidup mandiri dengan baik, terlebih karena ia merasa anaknya punya kemampuan berpikir yang sangat minim.

Si anak sangat mencintai ibunya. Suatu hari dia berkata, "Ibu, aku sangat senang melihat ibu tertawa, wajah ibu begitu cantik dan bersinar. Bagaimana caranya agar aku bisa membuat ibu tertawa setiap hari?"

"Anakku, berbuatlah baik setiap hari. Maka, ibu akan tertawa setiap hari," jawab si ibu. "Lantas, bagaimana caranya berbuat baik setiap hari?" tanya si anak.

"Berbuat baik adalah jika kamu bekerja, bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Bantulah orang lain terutama orang-orang tua yang perlu dibantu, sakit atau kesepian. Kamu bisa sekadar menemani atau membantu meringankan pekerjaan mereka. Perlakukanlah orang-orang tua itu sama seperti kamu membantu ibumu. Pesan ibu, jangan menerima upah ya. Setelah selesai membantu, mintalah sobekan tanggalan dan kumpulkan sesuai urutan nomornya. Kalau nomornya urut artinya kamu sudah berbuat baik setiap hari, dengan begitu ibu pun setiap hari pasti akan senang dan tertawa," jawab si ibu sambil membelai sayang anak semata wayangnya.

Sejak ibunya meninggal, karena kenangan dan keinginannya melihat ibunya tertawa, setiap hari sepulang kerja, dia berkeliling kampung membantu orang-orang tua, kadang memijat, menimba air, memasakkan obat, atau sekadar menemani dengan senang dan ikhlas. Bila ditanya orang kenapa hanya sobekan tanggalan yang diterimanya setiap hari? Dia pun menjawab, "Karena setiap hari, setibanya di rumah, sobekan tanggalan yang aku kumpulkan, kususun sesuai dengan nomor urutnya. Maka setiap hari aku seakan bisa mendengar Ibuku sedang melihatku dan tertawa bahagia di atas sana."

Si pemuda yang berpikiran sederhana itu telah menjadi sahabat banyak orang di desa. Sehingga suatu ketika, atas usul dari seluruh warga, karena kebaikan hatinya, dia dianugerahi oleh pemerintah bintang kehormatan dan dana pensiun selama hidup untuk menjamin tekadnya, yakni agar setiap hari bisa membantu orang lain di sisa kehidupannya.

Pembaca yang budiman,

Untuk kehidupan saat ini, memang rasanya cukup sulit untuk menemukan orang yang membantu orang lain tanpa ada keinginan untuk menerima balasan. Padahal, esensi kehidupan manusia sebenarnya adalah saling bantu membantu, menolong dan ditolong.

Padahal sebenarnya, bila kita bisa berbuat baik dan membantu orang lain sesuai dengan yang dibutuhkan, akan memberikan rasa yang nikmat sekali. Tentu, untuk berbuat baik dan membantu orang lain ini membutuhkan kesadaran, latihan, dan membiasakan diri terus menerus.

Karena itu, mari kita praktekkan pepatah sederhana ini:

Tiap hari melakukan satu kebaikan.

Dengan begitu, hidup akan terasa lebih hidup, dan akan kita dapatkan kebahagiaan yang sebenarnya.

sumber: www.cybermq.com

19 Februari 2008

Saya Tidak Bisa

"Saya tidak bisa."
"Saya tidak berbakat."
"Saya hanya orang biasa."

Itulah dalih-dalih yang sering muncul saat seseorang diajak melakukan sesuatu hal yang agak berat atau menantang. Berdalih adalah salah satu ciri dari orang yang hidup di bawah garis. Dalih ini muncul jika seseorang yang tidak memiliki kepercayaan diri, sehingga ia merasa akan gagal jika melakukannya.

Dalih ini dikatakan karena mereka tidak mau repot-repot mencoba, mereka menyabotase kesempatan mereka sendiri untuk sukses bahkan sebelum mereka memulai. Mereka menipu dan meremehkan diri sendiri dengan memberikan tanggapan seperti itu. Mereka mungkin tidak akan gagal, tetapi mereka pasti tidak akan berhasil.

Jika Anda pernah membaca biografi orang-orang yang dikatakan "berbakat" itu, Anda akan melihat bahwa hidup mereka dipenuhi dengan belajar dan latihan serta kemauan mencoba terus-menerus dengan diiringi oleh kegagalan-kegagalan. Atlit-atlit piala Thomas dan Uber yang beberapa waktu lalu gagal, hidupnya dipenuhi oleh dedikasi tinggi terhadap latihan. Hampir tiap hari dan hampir seharian mereka berlatih. Meskipun demikian mereka masih gagal, apa lagi jika tidak berlatih.

Andrias Harefa adalah orang yang berbakat dalam menulis. Buku dan artikelnya begitu banyak dan bahkan beberapa buku dia menjadi best seller. Tetapi Anda tahu bagaimana dia bisa menulis dengan hebat? Dia begitu lahap dalam membaca buku dan sering menulis, dan tidak sedikit tulisannnya yang ditolak media masa.

Oleh karena itu, jangan menganggap diri kita tidak mampu sebelum mencoba, belajar, dan berlatih.

Tak Perlu Lagi Kertas

Oleh Rahmat*

Suatu waktu saya pergi ke klinik yang ada di sebuah Rumah Sakit swasta. Seperti biasa saya konsultasi dan diperiksa oleh seorang dokter. Setelah itu dokter memberitahu ke perawat obat apa saja yang harus saya tebus di apotik. Tetapi, sebelum dokter tersebut selesai saya sudah dipersilahkan untuk keluar ruangan dan menunggu di apotik.

Saya bingung, saya tanyakan kepada dokter tersebut, bagaimana saya bisa menebus obat jika resepnya belum saya terima. Sambil tersenyum dokter itu menjelaskan,

"Tunggu saja di apotik, nanti Anda dipanggil karena resep Anda sudah saya masukan ke komputer yang online dengan apotik."

Jadi dokter tersebut tidak perlu kertas lagi untuk menuliskan resep, cukup memasukan data obat ke komputer dan beritanya langsung sampai ke apotik. Mungkin, riwayat kesehatan saya juga tersimpan dalam database komputer. Inilah salah satu pemanfaatan teknologi dalam bidang manajemen rumah sakit.

Kita bisa melihat sekeliling kita bahwa sudah banyak sekali teknologi yang yang mempermudah hidup manusia. Memang ada teknologi yang merusak lingkungan, namun tidak sedikit teknologi yang justru menyelamatkan lingkungan dan nyawa manusia.

Namun, sehebat-hebatnya teknologi, ini baru salah satu cara untuk mempermudah dan meningkatkan nilai hidup kita. Masih ada cara lain untuk menurunkan biaya, mempercepat waktu, menaikan kinerja, dan menjaga keamanan dan kesalamatan.

Cara-cara tersebut banyak sekali. Pertama adalah cara-cara yang sebenarnya sudah ada, namun kita belum memanfaatkannya. Yang kedua mungkin cara itu belum ada, menunggu Anda untuk memikirkannya. Kedua cara itu lahir dari kepala manusia, Maha Besar Allah yang telah menciptakan kepala manusia yang sangat mengagumkan.

Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.
(QS.Ar Rahman:33)

Perbaikan adalah Oleh Anda

Salah satu anugrah yang dimiliki manusia ialah memiliki kebebasan memilih. Di mana ada kebebasan di sana ada harapan yang cerah jika kita mau memanfaatkan kebebasan tersebut. Adalah terserah Anda mau memilih hidup seperti saat ini terus atau mau memilih kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Mulailah memilih masa depan yang lebih baik, hari ini, saat ini dengan kemampuan yang telah Anda miliki sekarang.

Politisi yang ingkar janji, mungkin iya terjadi. Banyak koruptor mungkin memang banyak. Itu memang harus kita perbaiki, tetapi bukan alasan yang membenarkan kita untuk tidak bertindak, untuk tidak memperbaiki, atau pun untuk membuat hidup kita lebih baik. Sama sekali bukan, karena ternyata orang lain bisa sukses padahal mereka sama-sama berada di Indonesia, menghadapi situasi politik, ekonomi, dan sosial yang sama.

Kita harus mengambil tanggung jawab penuh atas pembentukan dan perumusan kehidupan kita sendiri. Kitalah yang harus mengambil sebuah komitmen untuk tetap berusaha mencapai keadaan yang lebih tinggi. Mulai detik ini dan seterusnya berjanjilah kepada diri sendiri untuk memiliki komitmen yang teguh pada diri kita sendiri bahwa kita akan membuat kehidupan kita lebih baik dalam segala bidang.

Milikilah komitmen untuk terus belajar dan mengaplikasikan hasil belajar dalam rangka memperbaiki terus-menerus. Tidak ada alasan karena sudah tua, tidak alasan sudah punya anak banyak, tidak alasan harus bekerja menafkahi anak istri, tidak alasan tidak punya waktu, tidak alasan apapun untuk terus menuntut ilmu demi perbaikan diri.

Inilah cara menjalani kehidupan yang sepenuhnya. Menuntut ilmu dan memperbaiki kehidupan secara terus menerus adalah amalan yang diajarkan oleh agama kita. Tentu saja jika kita melaksana- kannya akan membuat kita lebih baik dan sukses dunia akhirat. Insya Allah.

Keinginan

Siapa yang tidak memiliki keinginan? Saya belum menemukan orang yang tidak memiliki keinginan. Napoleon Hill dalam bukunya Think and Grow Rich mengatakan bahwa keinginan adalah titik awal dari segala keberhasilan. Namun seberapa orang diantara orang-orang yang memiliki keinginan berhasil mencapai keinginannya? Mari kita lihat beberapa orang dalam kehidupan nyata.

Seorang tukang kunci mengeluhkan apa yang terjadi pada dirinya. Dia bingung dengan keadaan yang dia lihat. Harga naik terus, sementara penghasilan dia tidak kunjung naik. Dia bingung juga mendengar janji-janji para politisi yang ngakunya memihak wong cilik tetapi dia tidak merasa ada orang yang memihaknya. Dia bingung saat banyak melihat mobil mewah, padahal dia rasakan mencari uang itu sangat sulit. Dia menginginkan hidup layak dan aman.

Lain lagi cerita seorang supir bajaj, bukan Bajuri, yang menginginkan dapat menyekolahkan anaknya. Dia tidak bermimpi menyekolahkan anaknya sampai ke negara maju seperti Amerika, Jerman, Jepang, dan negera Eropa. Tidak, dia menginginkan untuk menyekolahkan minimal lulus SMU saja. Tetapi dibalik keinginanya tersebut, dia merasa bingung apakah dia mampu menyekolahkan anak-anaknya. Jangankan untuk sekolah, untuk menutupi setoran dan makan saja sudah sulit bukan main.

Kini kita lihat kehidupan seorang pemuda. Hidupnya habis dengan keluyuran, bergadang, main gitar, pacaran, dan ngobrol sana- sini membuang waktu. Apakah dia tidak memiliki keinginan? Dia banyak memiliki keinginan, dia ingin memiliki sebuah sepeda motor untuk mengantarkan pacarnya, ingin tetap mudah berkomunikasi dengan pacarnya, ingin makan enak, hidup enak, bahkan ingin jadi investor agar tidak perlu kerja tetapi memiliki penghasilan yang tetap.

Jika saya uraikan lagi, masih banyak dan tidak akan tertuliskan contoh-contoh nyata yang serupa dengan ketiga kasus ini. Ketiga kasus ini menceritakan bahwa banyak orang yang memiliki keinginan namun tidak ada usaha untuk mencapai ke arah apa yang mereka cita-citakan. Alih-alih berusaha, ada yang menyalahkan orang lain, ada yang bergantung kepada orang lain, dan bermimpi hidup berubah dengan sendirinya.

Hidup di atas Garis

Tahukah Anda, kambing warna apa yang paling mahal? Jawabannya ialah kambing hitam. Kenapa? Karena "kambing hitam" paling banyak dicari. Jika seseorang gagal atau melakukan suatu kesalahan, orang sering mencari kambing hitam. :)

Padahal, mencari kambing hitam tidak membawa manfaat yang sesungguhnya. Mencari kambing hitam atau menyalahkan sesuatu atau orang lain hanya akan menjadi pembenaran diri sendiri, yang belum tentu orang akan percaya. Hal yang terbaik jika kita melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan ialah mengakuinya dan tidak mengulangi dimasa yang akan datang.

Tidak mencari "kambing hitam" adalah salah satu ciri orang yang "hidup di atas garis". "Hidup di atas garis" didefinisikan sebagai "berkemampuan untuk menanggapi". Dengan kemampuan ini muncullah pilihan dan kebebasan. "Hidup di atas garis" berarti bertanggung jawab atas tindakan sendiri dan mau memperbaikinya jika perlu. Dengan hal ini Anda memiliki kebebasan dan memilih apa pun tindakan kita, apa pun yang terjadi dan apa pun kondisi Anda.

Dengan hidup di atas garis, kita tidak akan mandeg dengan alasan kondisi atau apa pun yang terjadi pada diri kita. Hidup kita akan lebih hidup. Kita akan bergairah dan memiliki determinasi yang tinggi dalam mencapai cita-cita kita. Oleh karena itu, mulai sekarang hiduplah di atas garis. Adapun ciri-cirinya ialah bertanggung jawab, memiliki solusi, memiliki pilihan-pilihan, memiliki kebebasan, dan memiliki kemauan.

Sementara ciri-ciri orang yang hidup di bawah garis ialah sering menyalahkan orang lain atau kondisi tertentu, mudah menyerah, membenarkan kesalahan yang dia lakukan, sering berdalih jika melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan, dan mengingkari.

Bahaya Berdalih

Berdalih (tauriah) adalah seseorang yang membicarakan sesuatu perkataan yang memiliki makna yang tidak dimaksudkan, tetapi yang dimaksudkan arti yang lain. Berdalih juga sering disebut berkelit.

Jika dilakukan tanpa alasan syar'i, berdalih merupakan bencana yang berbahaya. Berdalih sering menjurus kepada ketidak jujuran, karena mengatakan sesuatu yang tidak benar. Karena ego, sering orang mencari alasan pembenaran lain sehingga tanpa sadar dia menganggap dalih dia menjadi benar, tidak merasa tidak jujur.

Padahal Rasulullah SAW selalu menekankan untuk selalu jujur. Beliau bersabda:"Berpegang teguhlah kamu dengan kejujuran, karena kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan menunjukkan ke syurga dan jika seseorang berlaku jujur dan terus berlaku jujur maka Allah SWT akan mencatatnya sebagai orang yang sangat dipercaya."
(HR Bukhari dan Muslim)

Berdalih sering dilakukan untuk menyembunyikan sesuatu kegagalan atau kesalahan yang dia lakukan. Kenapa dia menyembunyikan? Karena dia takut akan pendapat orang lain terhadap dirinya, dia takut diejek atau dipandang rendah. Berdalih juga bisa menjadi alat untuk lari dari pertanyaan orang lain. Ujung-ujungnya orang yang suka berdalih adalah orang yang tidak memiliki kepercayaan pada dirinya sendiri.

Bahaya berdalih ialah karena dengan berdalih, realita akan tertutupi, tidak nampak, sehingga tidak akan ada perbaikan. Orang yang biasa berdalih tidak akan mengambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan, kerena dia sudah siap untuk berdalih lagi. Padahal jika kita tidak berdalih, selain kita bisa mengambil hikmah dari kesalahan dan kegagalan kita, kita juga bisa mendapatkan masukan berharga dari orang lain.

Lebih parah lagi, berdalih bisa menjerumuskan orang lain. Orang lain akan mengira dia berhasil sehingga mengikutinya, dan orang lain bisa ikut gagal. Bahaya lain ialah jika dalih Anda bisa dibaca oleh orang lain, akan menyebabkan berkurangnya kepercayaan orang lain kepada Anda, bahkan bisa hilang sama sekali. Jadi, kesimpulannya janganlah berdalih, kecuali yang dibenarkan oleh syar'i.

Tetap Berusaha

Siapakah manusia yang paling agung di jagat raya ini? Siapakah manusia yang paling dikasihi oleh Allah SWT, siapakah yang sering dibantu oleh malaikat saat berperang? Siapakah yang memiliki pasukan militan, yang sudah terbina mentalnya, yang memiliki keberanian luar biasa? Siapakah orang yang paling tawakal? Jawabannya tentu saja Rasulullah SAW.

Namun saat beliau akan melakukan perang, beliau sendiri menyiapkan segala perlengkapan, dan menyiapkan segala keperluannya. Beliau juga mempersiapkan segala persiapan yang melindungi dan menjaga keselamatan, mengutus mata- mata dan intelejen untuk mengetahui keadaan musuh, dan berusaha mengetahui titik-titik kelemahan musuh-musuh beliau.

Maka sungguh aneh jika ada manusia biasa yang merasa tidak memerlukan usaha dengan alasan tawakal. Jika manusia yang paling mulia saja tetap berusaha, mengapa manusia biasa dengan congkaknya mengatakan tidak perlu berusaha? Jika kita membaca sejarah beliau, kita bisa melihat bahwa ada keseimbangan antara tawakal dan usaha. Antisipasi dan usaha untuk masa depan sama sekali tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip tawakal.

Lain lagi jika sudah berusaha, namun hasilnya tidak juga kita dapatkan, disinilah waktunya untuk bertawakal kepada Allah SWT. Kita serahkan apa yang terbaik bagi diri kita menurut Allah SWT sambil kita berusaha lagi. Allah Maha Tahu, sehingga pasti akan tahu apa yang terbaik bagi kita, termasuk mungkin kita harus lebih banyak berusaha.

Tentang pentingnya usaha, mungkin kita perlu merenungkan hadits yang cukup menarik ini, karena isinya begitu fenomenal yang mematahkan pendapat orang yang mudah menyerah atau tidak mau berusaha dengan alasan tawakal, "Jika hari kiamat tiba sedangkan kalian masih memegang bibit pohon kurma, maka kalian masih dapat untuk tidak beranjak dari tempat kalian untuk menanamnya, maka tanamlah!"
(HR Ahmad dan Bukhari)